parental advisory
Home » , » Bisakah Perilaku Lesbian "Disembuhkan"?

Bisakah Perilaku Lesbian "Disembuhkan"?

Perilaku seks menyimpang memang tidak mudah untuk sembuhkan bagi kalangan Lesbian atau Gay. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang menjadi penyuka sesama jenis.

"Ada dua faktor yang menjadi penyebabnya, yakni Faktor lingkungan dan faktor Biologis," kata Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Margareta, kepada Okezone di Surabaya.

Dia menjelaskan, faktor lingkungan misalnya adalah ketika para orangtua ingin mempunyai anak laki-laki namun ternyata lahir perempuan.

Pada saat itu mulai didandani sebagai laki-laki, tak ketinggalan juga dengan pakaian yang menyerupai laki-laki. Ketika si Anak ini menginjak puber, sifat laki-lakinya yang dominan, begitu juga sebaliknya.

Kemudian dari faktor Biologis, seorang anak yang menginjak Puber tidak pernah mengalami prilaku remaja pada umumnya. Seperti, munculnya kelamin sekunder, mimpi basah, hingga Haid. Termasuk, salah belajar dalam pengenalan identitas gender.

Selain faktor itu, yang menjadi dominan adalah pengalaman seksual pertama. Seperti misalnya, ketika ada anak yang menjadi korban sodomi, lebih banyak memiliki prilaku seks yang meyimpang. Artinya, jika si anak tersebut menganggap bahwa ketika disodomi ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

"Meski menjadi korban, sodomi misalnya, proses selanjutnya yang berpengaruh sehingga anak tersebut memiliki prilaku seks yang meyimpang," katanya.

Dia juga mengatakan, solusi penanganannya ketika seseorang sudah terjerumus menjadi penyuka sesama jenis adalah perlu adanya restrukturisasi Biologis.

"Kemudian kepada orangtua juga harus memberikan pemahaman bahwa jika anaknya perempuan adalah orientasinya seperti ini. Dan merawat organ reproduksi secara baik," katanya.

Bagaimana Menyembuhkan Perilaku Lesbian?

TERAPI psikologi menggunakan metode ketuk atau yang dikenal dengan spiritual emotional freedom technique (SEFT) ternyata mampu menyembuhkan TKW di Hongkong yang menganut kehidupan lesbian.

“Meskipun hanya satu kasus, tapi setidaknya ini menunjukkan bahwa SEFT bisa dimanfaatkan untuk mengatasi segala gangguan psikologi,” kata pelatih SEFT yang melatih TKW Hongkong, Syarif Thayib, di Surabaya.

Mahasiswa S-3 Universitas Airlangga Surabaya itu mengemukakan, dirinya bersama penemu SEFT, Ahmad Faiz Zainudin, mengadakan pelatihan untuk para TKW Hongkong. Di antara peserta pelatihan terdapat TKW yang lesbian, tapi identitasnya dirahasiakan.

“Para TKW itu memiliki kekhawatiran yang sama akan masa depannya, anak-anaknya, dan hubungannya dengan para suami. Saat diajak bersama-sama membersihkan sampah emosi, para peserta menangis semua, demikian juga ketika berlanjut ke sesi berikutnya,” katanya.

Dosen Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengemukakan bahwa pada sesi puncak terapi SEFT, TKW yang lesbi itu menangis lebih mendalam dan kemudian berjanji pada dirinya sendiri untuk meninggalkan pasangannya.

“Setelah tiga hari dari pelatihan itu, TKW yang lesbi tersebut kini sudah menggunakan jilbab. Saya belum tahu lagi perkembangan terakhir dari dia. Namun kami percaya bahwa teman-temannya yang alumni SEFT akan selalu mendampinginya,” katanya menambahkan.

Ia mengemukakan, meskipun terapi SEFT ini bisa permanen, namun karena kasus lesbian ini baru pertama ditangani, pihaknya, termasuk Faiz mengakui bahwa masih ada kemungkinan seseorang kembali ke pilihan lesbian itu.

“Tapi menurut Faiz, pada sesi terapi terakhir itu seseorang sudah mengalami perasaan gembira yang sulit dihilangkan. Biasanya perasaan seperti itu yang akan mengikat seseorang untuk tidak kembali pada persoalan yang dihadapi,” katanya.

Sumber : Okezone Surabaya & Antara – kompas.com

1 komentar:

Poskan Komentar

Curpen (Curhat Pendek)

Cara Melepaskan Nafsu

Gimna ya cara membuat wanita menjadi nafsu melihat kita? (Arif, 19 tahun, Solok-Sumbar)


Aku ingin ML dengan gadis sunda tanpa kondom. ML seharian, di tepi pantai, dikeluarkan di dalam. Terakhir pernah dengan cewek bandung (sunda), tapi pakai kondom, sempitnya bukan main, gak kebayang gimana nikmatnya kalau tanpa kondom. (Bram, 32 tahun, Laki-laki, Jakarta)


Aku Kecewa

Ini sebuah kisah yang kuambil dari kehidupanku.

Jujur aku kecewa pada istriku. Semenjak menikah batinku tersiksa ... karena istriku tak mau aku ajak ML, padahal dulu sebelum menikah kami malah sering melakukannya.

Anehnya aku tak berani mencari gantinya. Sempat ada niat untuk selingkuh tapi rasa tak tega muncul di benakku ... (Bahy’, 26 tahun, Laki-laki, Jakarta)


Bingung

Hmmm!!! Aq bngung....org klo D̶̲̥̅̊ɪ̣̇ perkosa waktu umur 5 thn it sdh gak prawan Ľªªƍî ya..???maksud πƴǟª klo blm haid...??? (Supek Lope, Perempuan, Jambi)

Recent Comments


Pasangma